Ibu Gubernur Jatim, Hj. Khofifah Indar Parawansa Meresmikan OPOP Mart UNUSA

One Pesantren One Product (OPOP) Mart di Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) resmi dibuka. Mahasiswa atau masyarakat sudah bisa membeli produk dari pesantren di toko tersebut.

opopjatim
Senin, 02 Mar 2020
Ibu Gubernur Jatim, Hj. Khofifah Indar Parawansa Meresmikan OPOP Mart UNUSA
Ibu Gubernur Jatim, Hj. Khofifah Indar Parawansa Meresmikan OPOP Mart UNUSA

Rangsang Pesantren Buka Toko

Dilansir dari Jawa Pos pada Jumat, 28 Februari 2020.

One Pesantren One Product (OPOP) Mart di Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) resmi dibuka. Mahasiswa atau masyarakat sudah bisa membeli produk dari pesantren di toko tersebut. Pembukaan itu diharapkan menjadi pemantik pesantren untuk berani membuka OPOP Mart yang baru.

Peresmian OPOP Mart dilakukan langsung oleh Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa. Unusa dipilih menjadi lokasi OPOP Mart lantaran sudah membuat training center. Sekaligus melakukan pendampingan di beberapa pesantren. “Dari awal, Unusa punya komitmen kuat untuk mengawal program ini,” ucap Khofifah kemarin.

Menurut dia, mayoritas produk OPOP adalah makanan minuman (mamin). Karena itu, beberapa hari kemarin Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) datang ke Unusa. “Masyarakat tak perlu cemas lagi soal produk mamin di OPOP,” lanjutnya.

Dia menuturkan, banyaknya produk mamin yang membanjiri OPOP adalah cara yang benar. Apalagi, tren di 4.0 saat ini adalah masyarakat memahami makanan. “Dengan adanya BPOM, setidaknya masyarakat tahu soal produk yang dijual,” terang Khofifah.

Direktur OPOP Training Center Unusa Muhammad Ghofirin menambahkan, adanya OPOP Mart itu diharapkan memantik pesantren untuk ikut membuka toko. Dengan begitu, distribusi dari produk yang dibuat santri bisa banyak. “Agar masyarakat bisa mengerti apa itu OPOP,” ucapnya.

Yang menjadi kendala saat ini adalah modal untuk membuka OPOP Mart. Mengenai hal tersebut, disarankan pesantren membuka semacam koperasi. Jadi mereka bisa mendapatkan modal dengan mandiri. “Kalau bisa jangan hanya mengandalkan dana hibah atau bantuan,” terangnya.

PRODUK UNGGULAN

news
Rp 40.000,00
news
Rp 20.000,00
news
Rp 60.000,00
news
Rp 30.000,00
news
Rp 30.000,00