Wapres RI Tekankan Empat Fokus Perhatian dalam Optimalisasi Pengembangan Ekonomi Syariah

Wakil Presiden Republik Indonesia (Wapres RI), Ma’ruf Amin, menekankan empat fokus perhatian dalam optimalisasi pengembangan ekonomi syariah. Hal itu dijelaskannnya, saat memberi arahan dalam acara Sarasehan Ekonomi Keuangan Syariah serta Peresmian Zona Kuliner, Halal, Aman dan Sehat (KHAS) ITS, di Surabaya, pada Rabu (30/8/2023) sore.

TIM OPOP JATIM
Rabu, 30 Agst 2023
Wapres RI Tekankan Empat Fokus Perhatian dalam Optimalisasi Pengembangan Ekonomi Syariah
Wapres RI Ma'ruf Amin (tengah) saat meresmikan Zona KHAS ITS Surabaya, di Hotel Sheraton Surabaya, Rabu (30/8/2023). Foto : Rafli / JNR

SIDOARJO – Wakil Presiden Republik Indonesia (Wapres RI), Ma’ruf Amin, menekankan empat fokus perhatian dalam optimalisasi pengembangan ekonomi syariah. Hal itu dijelaskannnya, saat memberi arahan dalam acara Sarasehan Ekonomi Keuangan Syariah serta Peresmian Zona Kuliner, Halal, Aman dan Sehat (KHAS) ITS, di Surabaya, pada Rabu (30/8/2023) sore. 

 

Agenda sarasehan tersebut, dihadiri oleh Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, Forkopimda Provinsi Jawa Timur, Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya, Pendiri dan Pengasuh Ponpes Amanatul Ummah Pacet Mojokerto, Anggota Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah Provinsi Jawa Timur, serta Penggiat Ekonomi dan Keuangan Syariah Provinsi Jawa Timur.

 

Dalam arahannya, Wapres RI Ma’ruf Amin mengatakan, Provinsi Jawa Timur menjadi penyumbang ekonomi terbesar kedua di Pulau Jawa. Dijelaskannya, pencapaian tersebut bisa diraih karena adanya kebijakan dan program berkearifan lokal yang dikerjakan secara kolektif dan sinergis dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan di wilayah Jawa Timur hingga tingkat pusat. 

 

Maka, untuk meningkatkan pencapaian itu, Wapres Ma’ruf Amin menekankan empat fokus yang harus diperhatikan dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di masyarakat. Pertama dengan memperluas jejaring ekosistem yang kolaboratif dan kondusif. 

 

“Saya ambil contoh ekosistem kecil yaitu pesantren, karena saya rasa di Jawa Timur paling banyak pesantren. Selain pusat dakwah, pesantren juga punya peran sebagai pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat. Program kemandirian yang banyak dikenal melalui pesantren adalah OPOP atau One Pesantren One Product. Program ini patut diperluas, Alhamdulillah OPOP ini sudah berkembang dari mulai Jawa Timur ke Jawa Barat, sampai ke Kalimantan Selatan dan berbagai daerah,” terang Wapres Ma’ruf Amin. 

 

Kedua, dengan menumbuhkan para pelaku bisnis dan keuangan syariah yang inovatif dan kreatif. Wapres Ma’ruf Amin menilai, pengusaha itu penting, karena pengembangan dana sosial syariah, seperti zakat, infaq, dan sadaqah, kalau tidak ada pengusaha tidak ada yang memberi dana sosial. 

 

“Salah satu empat fokus pengembangan ekonomi syariah itu dengan membangun pebisnis syariah. Pembangunan pelaku bisnis itu menjadi suatu keharusan. Akselerasi ekonomi pasca pandemi akan lebih inklusif dan merata jika digerakkan oleh para pelaku usaha yang produktif sekaligus menerapkan prinsip perbankan syariah,” tukasnya. 

 

Untuk membangun pengusaha syariah itu, Wapres Ma’ruf Amin menyebutkan, yang dilakukan adalah dengan menginkubasi pengusaha-pengusaha yang punya bakat, mengembangkan pengusaha yang sudah ada supaya menjadi pengusaha yang lebih besar, dan mensyariahkan pengusaha yang belum syariah. 

 

Ketiga, dalam pengembangan ekonomi syariah di masyarakat itu, Wapres Ma’ruf Amin menekankan dapat dilakukan dengan, memperkuat infrastruktur dan aksesbilitas antar wilayah. 

 

“Termasuk pemanfaatan teknologi digital yang terintegrasi di semua sektor ekonomi dan keuangan syariah. Optimalkan kawasan industri halal yang sudah ada, perkuat potensi Jatim sebagai destinasi wisata halal bertaraf global, percepatan sertifikasi halal mesti menjadi fokus bersama,” tegasnya. 

 

Sertifikasi halal itu, menurut Wapres Ma’ruf Amin, tujuannya bukan semata untuk memberikan label halal, tapi memberi jaminan produk halal dan thoyib atau yang baik dan aman dikonsumsi masyarakat. “Saya nyebutnya sertifikasi halal itu sebagai garansi, bahwa produk atau makanan halal yang kita konsumsi itu memberikan garansi serta punya tanggung jawab besar di dunia maupun akhirat,” ujar Wapres Ma’ruf Amin. 

 

Di akhir arahannya, Wapres Ma’ruf menyebutkan, fokus perhatian dalam pengembangan ekonomi syariah yang keempat yaitu, dengan meningkatkan partisipasi kolektif dalam literasi, edukasi, dan promosi ekonomi serta inklusi keuangan syariah di masyarakat. 

 

“Saya mengapresiasi atas terbentuknya Zona KHAS atau singkatan dari Zona Kuliner Halal, Aman, dan Sehat di Kampus ITS Surabaya. Semoga seterusnya, makin banyak bermunculan Zona KHAS lain di Indonesia, demi menghadirkan kenyamanan dan keamanan konsumsi produk halal bagi masyarakat. Dengan mengucap Bismillah Zona KHAS ITS Surabaya, saya nyatakan diresmikan. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan hidayah-Nya dan meridhoi semua upaya yang kita lakukan,” tutur Wapres Ma’ruf Amin. 

 

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak dalam laporannya mengatakan, pihaknya berterima kasih kepada Wapres Ma’ruf Amin karena secara langsung telah bersedia meresmikan Zona KHAS ITS Surabaya. 

 

“Alhamdulillah kita memperoleh penghargaan ekonomi syariah dari KRIKS pada tahun 2023, ini berkat dukungan seluruh insan dan berkat bimbingan Bapak Wakil Presiden. Kami ingin terus mempertahankan sebagaimana pertumbuhan 5,24% di triwulan kedua telah kita raih. Ini adalah kabar menggembirakan, kita optimis inilah saatnya kembali bergerak cepat dalam mengakselerasi pemulihan ekonomi pasca pandemi,” pungkas Wagub Emil. (vin-Untag/s) 

PRODUK UNGGULAN

news
Rp 40.000,00
news
Rp 20.000,00
news
Rp 60.000,00
news
Rp 30.000,00
news
Rp 30.000,00