Sekjen OPOP Jatim : Pesantren Harus Bisa Implementasikan Keuangan Syariah dengan Baik

Sekjen OPOP Jatim, Gus Ghofirin mengatakan pesantren harus bisa mengimplementasikan keuangan syariah

TIM OPOP JATIM
Kamis, 09 Nov 2023
Sekjen OPOP Jatim : Pesantren Harus Bisa Implementasikan Keuangan Syariah dengan Baik
Sekjen OPOP Jatim, Mohammad Ghofirin (paling kanan) saat menjadi narasumber dalam talkshow pembiayaan sosialisasi akses keuangan syariah dalam mendukung OPOP, di Masjid Al Akbar, Surabaya, Kamis (9/11/2023).

Sekretaris Jenderal One Pesantren One Product (OPOP) Provinsi Jawa Timur, Mohammad Ghofirin, mengatakan, para pengurus pondok pesantren harus bisa mengimplementasikan keuangan syariah dengan baik. Demikian disampaikannya, saat berkesempatan hadir sebagai narasumber atau pembicara dalam talkshow pembiayaan terkait sosialisasi akses keuangan syariah dalam mendukung OPOP, Kamis (9/11/2023). 

 

“Syariah itu bukan hanya di atas kertas, syariah itu harus membumi, harus diimplementasikan. Siapa yang mengimplementasikan? Mereka ialah masyarakat dan pesantren yang memiliki tanggung jawab yang besar, karena kan ada stigma ingat pesantren ya ingat syariah,” jelas Sekjen OPOP Jatim yang biasa disapa Gus Ghofirin itu, 

 

Gus Ghofirin menerangkan, apabila stigma ‘ingat pesantren ingat syariah’ itu sudah dibangun ditengah masyarakat, maka sudah menjadi suatu keharusan praktek-praktek syariah itu dilakukan. 

 

“Muamalah amaliah syariah, menjadi suatu menu wajib yang harus dilakukan oleh pesantren. Tetapi ketika pesantren belum tahu bagaimana caranya, maka salah satu solusinya adalah dengan melakukan sosialisasi berbentuk talkshow pembiayaan terkait akses keuangan syariah dalam mendukung program OPOP seperti ini,” terangnya. 

 

“Jadi hari ini kita melakukan sosialisasi dalam bentuk talkshow dimana literasi teman-teman pesantren tentang akses pembiayaan syariah ini supaya meningkat,” sambung Gus Ghofirin. 

 

Terkait pergerakan program OPOP, Gus Ghofirin menuturkan bahwa OPOP tidak akan berhenti, terus berinovasi, serta berkreasi memberikan dampak kontribusi positif kepada masyarakat termasuk pesantren. 

 

“Karena 1.000 pesantren yang telah dibina OPOP itu kan nanti juga akan berproses, akan ada yang sangat bagus, yang bagus, maupun cukup bagus. Nah ini kan perlu adanya pendampingan yang berkelanjutan, adanya stakeholder di Jawa Timur, baik legislatif, eksekutif, ada juga komunitas masyarakat, ada perbankan, Bank Indonesia, OJK, media pun kita ajak,” tutur Gus Ghofirin. 

 

Maka demi mendukung lancarnya program OPOP Jatim, Gus Ghofirin menjelaskan, sinergi pentahelix harus terus diisi dan berjalan dengan baik. 

 

“Dari pebisnis, komunitas, government, dan media, ini harus bersama-sama punya kepedulian yang sama mengantarkan Indonesia, khususnya Jawa Timur menuju komunitas berbasis syariah. Pesantren ini kan sudah terlalu lama fokus di tafaqquh fiddin pendalaman agama, pendidikan agama dan dakwah, tapi begitu mengimplementasikan pada tataran aplikatif di situ kadang-kadang ada miss. Maka, pesantren terus dengan penuh semangatnya harus belajar bermuamalah secara syariah di industrinya, di keuangannya dan di halal life style-nya,” pungkasnya. 

 

Sebagai informasi, selain Gus Ghofirin yang hadir sebagai narasumber, ada dua narasumber lain yang turut hadir dalam talkshow pembiayaan ini, yakni Ketua Komisi B DPRD Jatim Aliyadi Mustofa, dan Pimpinan Bank Jatim Syariah Misbakhul Iman. (vin/ s)

PRODUK UNGGULAN

news
Rp 40.000,00
news
Rp 20.000,00
news
Rp 60.000,00
news
Rp 30.000,00
news
Rp 30.000,00